Pada kesempatan ini kami akan bahas seputar Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!. Hipoglikemia (Kadar Gula Rendah) adalah suatu suasana di mana kandungan gula darah hingga di bawah 60 mg/dl. Dalam kondisi normal, tubuh mempertahankan takaran gula darah antara 70­110 mg/dl. Sementara terhadap penderita diabetes, persentase gula darahnya berada pada tingkat benar-benar tinggi.

Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!

Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!

Sebaliknya terhadap penderita hipoglikemia, kadar gula darahnya berada pada tingkat amat rendah. Hal ini benar-benar membahayakan bagi tubuh, khususnya otak dan proses syaraf, yang butuh glukosa dalam darah yang berasal dari makanan berkarbohidrat didalam kandungan yang cukup.

Kadar gula darah normal adalah 80­120 mg/dl terhadap situasi puasa, atau 100­180 mg/dl terhadap kondisi setelah makan. Kadar gula darah yang rendah membawa dampak bermacam proses organ tubuh mengalami kelainan fungsi.

Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!

Otak sebagai organ yang terlampau sensitif terhadap kadar gula darah yang rendah bakal mengimbuhkan tanggapan melalui sistem saraf, merangsang kelenjar adrenal untuk melewatkan epinefrin (adrenalin). Hal inilah yang merangsang hati untuk melepas gula sehingga kadarnya didalam darah senantiasa terjaga. Jika persentase gula menurun, maka terjadilah problem manfaat otak.

Gejala-gejala Hipoglikemia

Hipoglikemia dapat menyebabkan penderita mendadak pingsan dan perlu langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan dan juga infus glukosa. Jika dibiarkan benar-benar lama, penderita bakal kejang­kejang dan kesadaran menurun. Apabila terlambat beroleh pemberian dapat mengakibatkan kematian.

Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!

Hipoglikemia beresiko dibanding berlebihan kadar gula darah (hiperglikemia) gara-gara kandungan gula darah yang terlalu rendah selama lebih dari enam jam mampu mengakibatkan rusaknya tak terpulihkan (irreversible) pada jaringan otak dan saraf. Tidak jarang perihal ini memicu kemunduran kapabilitas otak.

Hipoglikemia dapat ditandai dengan gejala­gejala tertentu. Gejala hipoglikemia tingkat enteng sampai tengah sanggup berupa:

  • pandangan kabur,
  • mual,
  • menggigil,
  • pusing,
  • dingin,
  • kulit lembab dan dingin,
  • berkeringat,
  • lapar,
  • jantung berdebar,
  • mudah marah,
  • kebingungan dan kecemasan.

Sedangkan hipoglikemia berat bisa memicu pingsan, kejang, koma hingga kematian andaikan tidak ditangani.

Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!

Secara umum, hipoglikemia dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang terjalin bersama obat dan yang tidak terjalin bersama dengan obat. Sebagian besar kasus hipoglikemia berjalan pada penderita diabetes dan terjalin dengan obat.
Sedangkan hipoglikemia yang tidak berhubungan bersama obat dibedakan menjadi:

  • Hipoglikemia dikarenakan puasa, di mana hipoglikemia berjalan sehabis berpuasa
  • Hipoglikemia reaktif, dimana hipoglikemia terjadi sebagai reaksi terhadap makanan, umumnya karbohidrat.
1. Hipoglikemia Penderita Diabetes

Hipoglikemia paling kerap berjalan disebabkan oleh insulin atau obat lain (sulfonilurea) yang diberikan kepada penderita diabetes untuk turunkan kandungan gula darahnya. Jika dosis obat ini lebih tinggi dari makanan yang dimakan, maka obat bisa bereaksi menurunkan kadar gula darah benar-benar banyak.

Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!

Penderita diabetes berat menahun terlampau peka pada hipoglikemia berat. Hal ini terjadi karena sel­sel pulau pankreasnya tidak membentuk glukagon secara normal dan kelanjar adrenalnya tidak membuahkan epinefrin secara normal. Padahal ke-2 perihal tersebut merupakan mekanisme utama tubuh untuk menanggulangi takaran gula darah yang rendah.

2. Hipoglikemia Karena Penggunaan Obat-Obatan Lainnya

Pentamidin yang digunakan untuk mengobati pneumonia akibat AIDS terhitung bisa sebabkan hipoglikemia. Hipoglikemia terkadang berlangsung pada penderita kelainan psikis yang secara diam­diam mengfungsikan insulin atau obat hipoglikemik untuk dirinya.

3. Hipoglikemia yang Tidak Berhubungan dengan Obat-Obatan

Berikut ini penjelasannya:

  • Pemakaian alkohol didalam kuantitas banyak tanpa makan di dalam waktu yang lama bisa memicu hipoglikemia yang cukup berat.
  • Olah raga berat dalam pas yang lama terhadap orang yang sehat jarang sebabkan hipoglikemia.
  • Puasa yang lama dapat membuat hipoglikemia, hanya jikalau terkandung penyakit lain (terutama penyakit kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal) atau mengkonsumsi sejumlah besar alkohol.
  • Cadangan karbohidrat di hati bisa menurun secara perlahan agar tubuh tidak sanggup mempertahankan takaran gula darah yang cukup. Pada orang­orang yang memiliki kelainan hati, sebagian jam berpuasa mampu sebabkan hipoglikemia. Bayi dan anak­anak yang mempunyai kelainan proses enzim hati yang memetabolisir gula mampu mengalami hipoglikemia di antara jam­jam makannya.

Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!

4. Hipoglikemia Reaktif

Seseorang yang sudah meniti pembedahan lambung dapat mengalami hipoglikemia di antara jam­jam makannya (hipoglikemia alimenter, tidak benar satu model hipoglikemia reaktif). Hipoglikemia terjadi sebab gula amat cepat diserap sehingga merangsang pembentukan insulin yang berlebihan. Kadar insulin yang tinggi menyebabkan penurunan kandungan gula darah yang cepat.

Hipoglikemia alimentari kadang berlangsung terhadap seseorang yang tidak menekuni pembedahan. Keadaan ini disebut hipoglikemia alimentari idiopatik. Jenis hipoglikemia reaktif lainnya berjalan terhadap bayi dan anak­anak dikarenakan memakan makanan yang mempunyai kandungan gula fruktosa dan galaktosa atau asam amino leusin.

Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!

Fruktosa dan galaktosa menghambat pelepasan glukosa berasal dari hati; leusin merangsang pembentukan insulin yang berlebihan oleh pankreas. Akibatnya, berjalan penurunan takaran gula darah beberapa selagi sehabis mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat­zat tersebut.

Hipoglikemia reaktif terhadap orang dewasa dapat berjalan sesudah mengonsumsi alkohol yang dicampur dengan gula (misalnya gin dan tonik). Pembentukan insulin yang berlebihan juga dapat menyebakan hipoglikemia. Hal ini bisa berjalan pada tumor sel penghasil insulin di pankreas (insulinoma). Kadang­kadang tumor di luar pankreas yang membuahkan hormon yang menyerupai insulin agar memicu hipoglikemia.

Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!

Penyebab lainnya adalah penyakti autoimun, di mana tubuh membentuk antibodi yang menyerang insulin. Kadar insulin didalam darah naik­turun secara abnormal sebab pankreas menghasilkan sejumlah insulin untuk melawan antibodi tersebut. Hal ini mampu berlangsung pada penderita atau bukan penderita diabetes.

Hipoglikemia juga sanggup berjalan akibat gagal ginjal atau gagal jantung, kanker, kekurangan gizi, kelainan fungsi hipofisa atau adrenal, syok dan infeksi yang berat. Penyakit hati yang berat (misalnya hepatitis virus, sirosis atau kanker) juga bisa membawa dampak hipoglikemia.

Sekian info seputar Ini Dia 4 Tipe Hipoglikemia yang Kawan-Kawan Semua Sepatutnya Kenali!, semoga postingan ini bermanfaat buat Anda. Tolong post ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi: