Topik kita sekarang yaitu Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!. Hipoglikemia (Kadar Gula Rendah) adalah suatu suasana dimana persentase gula darah sampai di bawah 60 mg/dl. Dalam suasana normal, tubuh mempertahankan kandungan gula darah pada 70­110 mg/dl. Sementara terhadap penderita diabetes, kandungan gula darahnya berada terhadap tingkat amat tinggi.

Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!

Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!

Sebaliknya terhadap penderita hipoglikemia, takaran gula darahnya berada terhadap tingkat sangat rendah. Hal ini sangat membahayakan bagi tubuh, khususnya otak dan proses syaraf, yang perlu glukosa didalam darah yang berasal dari makanan berkarbohidrat dalam kadar yang cukup.

Kadar gula darah normal adalah 80­120 mg/dl pada suasana puasa, atau 100­180 mg/dl pada kondisi sehabis makan. Kadar gula darah yang rendah sebabkan beraneka proses organ tubuh mengalami kelainan fungsi.

Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!

Otak sebagai organ yang amat sensitif terhadap persentase gula darah yang rendah dapat memberi tambahan tanggapan lewat proses saraf, merangsang kelenjar adrenal untuk membebaskan epinefrin (adrenalin). Hal inilah yang merangsang hati untuk melewatkan gula sehingga kadarnya dalam darah selamanya terjaga. Jika kadar gula menurun, maka terjadilah gangguan fungsi otak.

Gejala-gejala Hipoglikemia

Hipoglikemia mampu membuat penderita mendadak pingsan dan kudu langsung dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh suntikan serta infus glukosa. Jika dibiarkan terlampau lama, penderita dapat kejang­kejang dan kesadaran menurun. Apabila terlambat mendapatkan perlindungan mampu mengakibatkan kematian.

Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!

Hipoglikemia berbahaya dibanding berlebihan kadar gula darah (hiperglikemia) dikarenakan kadar gula darah yang sangat rendah selama lebih berasal dari enam jam dapat membawa dampak rusaknya tak terpulihkan (irreversible) terhadap jaringan otak dan saraf. Tidak jarang hal ini sebabkan kemunduran kapabilitas otak.

Hipoglikemia mampu ditandai bersama dengan gejala­gejala tertentu. Gejala hipoglikemia tingkat mudah hingga sedang dapat berupa:

  • pandangan kabur,
  • mual,
  • menggigil,
  • pusing,
  • dingin,
  • kulit lembab dan dingin,
  • berkeringat,
  • lapar,
  • jantung berdebar,
  • mudah marah,
  • kebingungan dan kecemasan.

Sedangkan hipoglikemia berat bisa mengakibatkan pingsan, kejang, koma hingga kematian jikalau tidak ditangani.

Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!

Secara umum, hipoglikemia dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan obat dan yang tidak berhubungan bersama obat. Sebagian besar persoalan hipoglikemia berlangsung terhadap penderita diabetes dan terkait bersama dengan obat.
Sedangkan hipoglikemia yang tidak berhubungan dengan obat dibedakan menjadi:

  • Hipoglikemia sebab puasa, di mana hipoglikemia berlangsung sehabis berpuasa
  • Hipoglikemia reaktif, di mana hipoglikemia berlangsung sebagai reaksi pada makanan, umumnya karbohidrat.
1. Hipoglikemia Penderita Diabetes

Hipoglikemia paling sering terjadi disebabkan oleh insulin atau obat lain (sulfonilurea) yang diberikan kepada penderita diabetes untuk turunkan persentase gula darahnya. Jika dosis obat ini lebih tinggi berasal dari makanan yang dimakan, maka obat sanggup bereaksi menurunkan takaran gula darah benar-benar banyak.

Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!

Penderita diabetes berat menahun benar-benar peka pada hipoglikemia berat. Hal ini berlangsung sebab sel­sel pulau pankreasnya tidak membentuk glukagon secara normal dan kelanjar adrenalnya tidak membuahkan epinefrin secara normal. Padahal ke-2 perihal berikut merupakan mekanisme utama tubuh untuk menanggulangi takaran gula darah yang rendah.

2. Hipoglikemia Karena Penggunaan Obat-Obatan Lainnya

Pentamidin yang digunakan untuk mengobati pneumonia akibat AIDS juga sanggup memicu hipoglikemia. Hipoglikemia kadangkala berjalan terhadap penderita kelainan psikis yang secara diam­diam manfaatkan insulin atau obat hipoglikemik untuk dirinya.

3. Hipoglikemia yang Tidak Berhubungan dengan Obat-Obatan

Berikut ini penjelasannya:

  • Pemakaian alkohol didalam kuantitas banyak tanpa makan didalam selagi yang lama sanggup mengakibatkan hipoglikemia yang lumayan berat.
  • Olah raga berat dalam sementara yang lama pada orang yang sehat jarang membawa dampak hipoglikemia.
  • Puasa yang lama sanggup menyebabkan hipoglikemia, hanya jika terkandung penyakit lain (terutama penyakit kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal) atau konsumsi sejumlah besar alkohol.
  • Cadangan karbohidrat di hati bisa alami penurunan secara perlahan sehingga tubuh tidak sanggup mempertahankan kandungan gula darah yang cukup. Pada orang­orang yang mempunyai kelainan hati, sebagian jam berpuasa dapat memicu hipoglikemia. Bayi dan anak­anak yang miliki kelainan proses enzim hati yang memetabolisir gula dapat mengalami hipoglikemia di pada jam­jam makannya.

Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!

4. Hipoglikemia Reaktif

Seseorang yang telah merintis pembedahan lambung mampu mengalami hipoglikemia di antara jam­jam makannya (hipoglikemia alimenter, keliru satu type hipoglikemia reaktif). Hipoglikemia terjadi gara-gara gula benar-benar cepat diserap supaya merangsang pembentukan insulin yang berlebihan. Kadar insulin yang tinggi sebabkan penurunan kandungan gula darah yang cepat.

Hipoglikemia alimentari kadang berlangsung pada seseorang yang tidak menjalani pembedahan. Keadaan ini disebut hipoglikemia alimentari idiopatik. Jenis hipoglikemia reaktif lainnya terjadi pada bayi dan anak­anak dikarenakan memakan makanan yang mempunyai kandungan gula fruktosa dan galaktosa atau asam amino leusin.

Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!

Fruktosa dan galaktosa menghambat pelepasan glukosa berasal dari hati; leusin merangsang pembentukan insulin yang terlalu berlebih oleh pankreas. Akibatnya, berjalan penurunan kadar gula darah beberapa saat sehabis mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan zat­zat tersebut.

Hipoglikemia reaktif pada orang dewasa mampu berlangsung sesudah mengonsumsi alkohol yang dicampur bersama dengan gula (misalnya gin dan tonik). Pembentukan insulin yang berlebihan terhitung dapat menyebakan hipoglikemia. Hal ini sanggup berlangsung pada tumor sel penghasil insulin di pankreas (insulinoma). Kadang­kadang tumor di luar pankreas yang membuahkan hormon yang menyerupai insulin sehingga membuat hipoglikemia.

Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!

Penyebab lainnya adalah penyakti autoimun, di mana tubuh membentuk antibodi yang menyerang insulin. Kadar insulin di dalam darah naik­turun secara abnormal sebab pankreas menghasilkan sejumlah insulin untuk melawan antibodi tersebut. Hal ini sanggup terjadi terhadap penderita atau bukan penderita diabetes.

Hipoglikemia juga bisa berlangsung akibat gagal ginjal atau gagal jantung, kanker, kekurangan gizi, kelainan faedah hipofisa atau adrenal, syok dan infeksi yang berat. Penyakit hati yang berat (misalnya hepatitis virus, sirosis atau kanker) termasuk bisa membawa dampak hipoglikemia.

Sekian informasi seputar Ini Klasifikasi Penyakit Hipoglikemia pada Orang Dewasa yang Hendaknya Dipahami!, kami harap artikel kali ini mencerahkan kawan-kawan semua. Kami berharap post ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi: